CSV Gagal Impor, Mengapa???

Aplikasi e-SPT atau elektronik SPT, pada dasarnya dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk memudahkan Wajib Pajak dalam pengisian SPT. Demikian pula dengan keberadaan e-SPT PPh Pasal 21/Pasal 26. Dengan adanya aplikasi ini, proses penyampaian data perhitungan PPh Pasal 21 diharapkan bisa lebih cepat dan akurat.
Nah, per Januari 2014, Dirjen Pajak telah memberlakukan aplikasi e-SPT PPh Pasal 21/Pasal 26 yang terbaru, yaitu e-SPT 2014 versi 2.1. Dibanding versi yang lama, versi 2.1. ini memang agak rumit.
Salah satu problem yang sering dihadapi oleh user e-SPT 2014 versi 2.1 adalah gagal dalam melakukan proses data entry dengan cara impor data. Walhasil, banyak user yang pusing tujuh keliling dibuatnya. Padahal, fasilitas impor data ditujukan untuk memudahkan Wajib Pajak dalam menginput data ke e-SPT.
Admin telah mengidentifikasi sejumlah masalah yang paling sering terjadi dan menyebabkan gagal impor, sebagai berikut:

#01: file .csv yang akan diimpor masih dalam keadaan terbuka. (Gambar 01)
gambar01
Pernah mendapatkan tampilan seperti di atas? Bila muncul tampilan seperti itu, dan sudah diulang berkali-kali tetap tidak berubah, maka jangan panik dulu. Cek, apakah file .csv yang memuat data pegawai tetap yang akan diimpor masih dalam keadaan terbuka? Jika iya, tutup file .csv tersebut, dan kemudian lakukan impor data lagi.

#02: file .csv tidak sesuai dengan contoh format yang disediakan oleh DJP
Untuk menghindari gagal impor, sesuaikan format data yang akan diimpor dengan format yang diminta e-SPT. Perhatikan contoh format file yang diberikan DJP. Jika formatnya tidak sesuai, maka konten file .csv tersebut tidak dapat diterima oleh e-SPT. Contoh format dapat dilihat di Folder C:\Program files\DJP\E-spt Masa 21-26 2014\dokumentasi\csv format\contoh csv.
Jika formatnya tidak sesuai, maka biasanya akan muncul tampilan sebagai berikut: (Gambar 02)
gambar02
Demikian pula jika kita salah menyimpan format CSV, misalnya kita simpan dalam bentuk CSV (Macintosh) atau CSV (MS-DOS), maka data tidak bisa diterima. Data harus disimpan dalam format CSV (Comma Delimited).

#03: Kolom NPWP disingkat oleh Microsoft Excel
Jika Anda membuka kembali file .csv yang gagal diimpor, dan menemukan kolom NPWP yang disingkat oleh Microsoft Excel menjadi scientific notation yang bertipe teks pada field (misalnya, 7,36E+13) karena lebar kolom tidak cukup untuk menampilkan karakter secara penuh, maka data ini harus di-edit.
Ubah ke bentuk NPWP 15 digit, dengan cara sebagai berikut:
1. Blok kolom yang akan diubah;
2. Klik kanan —> Format Cell
3. Pada Tab Number, pilih Custom
4. Pada Type: ketik 0 sebanyak 15 kali (000000000000000), lalu klik ok.

Untuk menghindari munculnya tampilan seperti 7,36E+13 di atas, kita dapat menambahkan simbol single apostrophe (‘) pada saat mengedit data di CSV. Sementara, untuk scientific notation pada field yang bertipe angka, cukup per lebar cell hingga cukup menampilkan angka tersebut secara penuh.

#04: Terdapat tanda petik satu (‘) dan semicolon (;)
Dalam penulisan nama, terkadang ada penggunaan tanda petik satu (‘), misalnya Mas’ud. Penggunaan tanda petik (‘) seperti ini tidak bisa diterima oleh aplikasi e-SPT 2014.
Lebih baik pula jika karakter-karakter yang sensitif dengan file CSV, seperti koma (,), titik koma/semicolon (;) dan tanda petik dua (“), tidak ada dalam input field di CSV.

#05: Masa Pajak dalam file data impor tidak sesuai dengan masa pajak dalam e-SPT
Perhatikan masa pajak dalam file data impor, apakah sudah sesuai dengan masa pajak dalam e-SPT. Jika tidak cocok, maka akan muncul pesan di errorlog, sebagai berikut: Kombinasi Masa, Tahun dan Pembetulan SPT tidak cocok. Digit masa pajak Nomor Bukti Potong tidak valid. (Gambar 03)
gambar03
#06: NPWP yang dimasukkan tidak valid
Masalah yang satu ini sering terjadi. Jika NPWP tidak valid, maka data akan gagal impor. Untuk itu, silakan dicek lagi NPWP-nya pada saat input data. Jika proses inputnya sudah dirasa benar, silakan dikonfirmasi kepada pihak yang memiliki NPWP tersebut atau menghubungi Account Representative untuk meminta pengecekan NPWP yang bersangkutan.

#07: Data yang sama tidak bisa dilakukan impor 2 kali
Jika Anda memasukkan data, di mana sebelumnya data tersebut sudah berhasil di-impor, maka data tersebut tidak bisa diimpor lagi.
Di errorlog (folder C/program files/DJP/e-SPT Masa 21-26 2014/errorlog) akan muncul keterangan sebagai berikut: “The changes you requested to the table were not successful because they would create duplicate values in the index, primary key, or relationship. Change the data in the field or fields that contain duplicate data, remove the index, or redefine the index to permit duplicate entries and try again.”

#08: Data impor pada kolom penghasilan dan PPh tidak boleh ada desimal
Pada skema impor di kolom nominal jumlah bruto penghasilan dan PPh terutang, tidak boleh menggunakan pemisah ribuan dan desimal. Harus menggunakan satuan penuh.

Secara umum, keterangan penyebab gagalnya impor data dapat dilihat di errorlog (folder C/program files/DJP/e-SPT Masa 21-26 2014/errorlog).

Sumber: http://barakamla.com/pph-21/108-csv-gagal-impor-mengapa

by: @tanyaPAJAK

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s