Penjelasan singkat tentang PPh Pasal 21, PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 29

Setiap Wajib Pajak pada saat menerima kartu NPWP pasti mendapatkan Surat keterangan terdaftar dari Dirjen Pajak, yang menerangkan bahwa wajib pajak mempunyai kewajiban Pajak PPh 25, 29.

Sebagai karyawan yang memiliki pemotongan dari gaji, yang disebut PPh 21, timbul pertanyaan apakah saya berkewajiban membayar PPh 25 dan Pph 29 selain dari PPh 21 tersebut?

Lalu, apakah perbedaan antara pph 21, pph 25 dan pph 29?

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2008 tentang Perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan menjelaskan, yaitu: PPh pasal 21, yakni pemotongan,penyetoran pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan,jasa,atau kegiatan dengan nama dalam bentuk apapun yg diterima atau diperoleh oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri.

PPh Pasal 25, terjadi apabila kita menerima/memperoleh penghasilan lebih dari 1 pemberi kerja atau mempunyai usaha bebas.

PPh pasal 29, terjadi apabila pajak yang terutang untuk suatu tahun pajak ternyata lebih besar dari pada kredit pajak,maka kekurangan pajak yang terhutang harus dilunasi sebelum surat pemberitahuan Tahunan disampaikan.

Sehingga kita dapat mengerti bahwa PPh pasal 25, PPh pasal 29 tidak wajib bagi kita yang hanya mendapat penghasilan dari 1 pemberi kerja, dan pastikan bahwa kita sudah melunasi pajak terhutang kita.

posted by: admin @tanyaPAJAK

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s