Penjelasan singkat tentang PBB atas Apartemen

Kali ini mimin @tanyaPAJAK akan jelaskan secara singkat tentang PBB atas Apartemen. Nah, Bila sudah membeli apartemen, selain membayar service charge per bulan, setiap tahun pemilik juga wajib membayar pajak bumi dan bangunan(PBB). Biasanya tagihan dilayangkan setiap bulan Maret dalam bentuk
Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Pembayaran harus dilakukan
paling lambat enam bulan setelah SPPT diterbitkan. Bila sampai batas
waktu yang ditetapkan belum dibayar, dikenai denda 2 persen per bulan
hingga maksimal 24 bulan.

Dalam jual beli atas Rumah Susun (Rusun) atau yang juga dikenal sebagai condominium, agak sulit dalam menentukan berapa pajak yang harus kita bayar dalam hal SPT PBB nya masih bersifat global, artinya untuk seluruh unit rumah susun tersebut, masih mengacu pada 1 (satu) SPT PBB induk atas nama developer dan belum dipecah ke masing-masing unit yang dijual.
Cara menghitung PBB apartemen:

1. Hitung nilai perbandingan proposional (NPP) unit apartemen atau satuan rumah susun dengan rumus: NPP = (LSn x 100%) / T LSn
Keterangan:
Sn: Satuan rumah susun (unit apartemen)
LSn: Luas unit apartemen
T LSn: Total luas unit apartemen
2. Hitung luas bumi (tanah) proposional: NPP x luas tanah bersama
3. Hitung luas bangunan proposional: NPP x total luas bangunan bersama
4. Luas bangunan proposional: total luas bangunan – total luas seluruh unit apartemen dan ruang komersial
5. Hitung NJOP:
1. NJOP bumi proposional: luas bumi proposional x NJOP tanah yang ditetapkan kantor pajak setempat
2. NJOP bangunan proposional: luas bangunan proposional x NJOP bangunan yang ditetapkan kantor pajak setempat
3. NJOP unit apartemen: luas unit apartemen x NJOP bangunan yang ditetapkan kantor pajak setempat.
6. Point a, b dan c kemudian dijumlahkan untuk memperoleh NJOP total
7. Hitung NJOP Kena Pajak (NJOPKP)

Rumusnya: NJOP total-NJOP Tidak Kena Pajak (NJOPTKP)
8. NJOPTKP telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 24 juta
9. Menghitung PBB:
1. Untuk apartemen yang nilainya di bawah Rp1 miliar rumusnya: 0,5% x 20% x NJOPKP.
2. Untuk apartemen yang nilainya Rp1 miliar ke atas rumusnya: 0,5% x 40% x NJOPKP.

Menteri Keuangan telah melakukan penyesuaian terhadap besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) PBB untuk tahun 2011 seiring dengan dengan perkembangan ekonomi, moneter dan harga umum objek pajak.  Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) PBB untuk tahun 2012 ditetapkan maksimal  sebesar Rp 24.000.000. NJOPTKP merupakan pengurangan besarnya NJOP sebelum dikalikan tarif PBB sehingga NJOPTKP akan mengurangi besarnya PBB yang terutang.

Untuk menentukan besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) PBB untuk tahun 2012  ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak setempat atas nama Menteri Keuangan untuk masing-masing kabupaten/kota dengan mempertimbangkan pendapat Pemerintah Daerah setempat.

Ketentuan di atas diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.03/2011, tanggal 4 April 2011.

Berikut ini contoh perhitungannya:

 PBB Apartemen/ Rusun
Sebuah apartemen (rusun) Jl. Gatot Subroto dengan data sebagai berikut :
1)      Tanah seluas 5.000 m2, NJOP Rp 2.500.000,00 per m2
2)      Bangunan :
a.       200 unit tipe 75, luas @ 75m2, NJOP Rp 3.000.000,00 per m2
b.      50 unit tipe 60, luas @ 60 m2, NJOP Rp 2.800.000,00 per m2
Apartemen tersebut didukung sarana sebagai berikut :
1)      Jalan lingkungan 500 m2, NJOP Rp 2.500.000,00 per m2
2)      3 buah lift @ 600 m2, NJOP Rp 7.000.000,00 per m2
3)      Kolam renang 500 m2, NJOP Rp 3.000.000,00 per m2
4)      Gedung parkir 3.000 m2, NJOP Rp 3.000.000,00 per m2
NJOPTKP Perda DKI Jakarta Rp 12.000.000,00 dengan tarif 0,3%. Berapa PBB terutang tiap unit? Siapa yang menerbitkan SPPT? Kemana disetor? Sarananya apa?
Jawaban
1)      Tanah                        = 5.000 x Rp 2.450.000,00          = Rp 12.540.000.000,00
2)      Bangunan
a.       Tipe 75                = 200 x 75 x Rp 3.100.000,00          = Rp 46.500.000.000,00
b.      Tipe 60                = 50 x 60 x Rp 2.625.000,00             = Rp   7.875.000.000,00
3)      Sarana
a.       Jalan lingkungan    = 500 x Rp 2.625.000,00             = Rp   1.312.500.000,00
b.      Lift                              = 3 x 600 x Rp 6.950.000,00       = Rp 12.510.000.000,00
c.       Kolam renang            = 500 x Rp 3.100.000,00          = Rp   1.550.000.000,00
d.      Gedung parkir         = 3.000 x Rp 3.100.000,00         = Rp   4.548.000.000,00  +
NJOP gabungan                                                                         = Rp 86.835.500.000,00
Tipe 75
NJOP                  =  75/18.000 x Rp 86.835.500.000         = Rp        361.814.583,3
NJOPTKP                                                                                  = Rp        24.000.000,00  –
NJOPKP                                                                                    = Rp      337.814.583,3
PBB terutang       =  0,3% x Rp 337.814.583,3                = Rp          1.013.444,00
Tipe 60
NJOP                 =  60/18.000 x Rp 86.835.500.000        = Rp        289.451.666,7
NJOPTKP                                                                                = Rp       24.000.000,00  –
NJOPKP                                                                                  = Rp      265.451.666,70

PBB terutang        =  0,3% x Rp 277.451.666,7           = Rp             796.355,00

Demikian penjelasan singkat dan contoh perhitungannya. Mohon koreksi jika salah dengan mention ke akun twitter kami @tanyaPAJAK.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s