Program Pemeriksaan Pajak untuk PPh Badan dan PPh 21

Admin @tanyaPAJAK akan coba jelaskan tentang Program Pemeriksaan Pajak.

Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

A. Tujuan Pemeriksaan
Tujuan dilakukannya pemeriksaan adalah sebagai berikut:
1. Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan :
a. SPT lebih bayar termasuk yang telah diberikan pengembalian pendahuluan pajak;
b. SPT rugi;
c. SPT tidak atau terlambat (melampaui jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Teguran) disampaikan;
d. Melakukan penggabungan, peleburan, pemekaran, likuidasi, pembubaran, atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya; atau
e. Menyampaikan SPT yang memenuhi kriteria seleksi berdasarkan hasil analisis (risk based selection) mengindikasikan adanya kewajiban perpajakan WP yang tidak dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

2. Tujuan lain, yaitu:
a. Pemberian NPWP secara jabatan;
b. Penghapusan NPWP;
c. Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan pencabutan PKP (baca juga: Registrasi Ulang Pengusaha Kena Pajak);
d. Wajib Pajak mengajukan keberatan;
e. Pengumpulan bahan untuk penyusunan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.
f. Pencocokan data dan/atau alat keterangan.
g. Penentuan Wajib Pajak berlokasi di daerah terpencil.
h. Penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN.
i. Pemeriksaan dalam rangka penagihan pajak;
j. Penentuan saat mulai berproduksi sehubungan dengan fasilitas perpajakan dan/ atau;
k. Pemenuhan permintaan informasi dari negara mitra Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda

Program Pemeriksaan Pajak:
1. PPh Badan
2. PPh 21
3. PPh 22
4. PPh 23
5. PPh 24 (Kredit Pajak Luar Negeri)
6. PPh 26
7. PPN dan PPnBM
8. PBB, BPHTB dan BM

Kali ini admin @tanyaPAJAK hanya membahas poin 1 dan 2.

Prosedur Pemeriksaan thd PPh Badan

Tujuan Pemeriksaan: Untuk memastikan bahwa seluruh peredaran usaha telah dicatat dan dilaporkan pada SPT PPh Badan atau PPh Orang Pribadi.

Langkah-langkah dalam Prosedur Pemeriksaan thd Pajak Badan:
1. Pelajari pengisian SPT dar Badan tsb. Apakah sudah diisi dengan lengkap dan berkas induknya lengkpap.
2. Hitung kembali perhitungan menurut SPT/ WP mengenai:
a. Peredaran Usaha
b. Harga Pokok Penjualan
c. Laba Kotor
d. Biaya-biaya
e. Pendapatan diluar usaha
f. Laba bersih
g. untuk orang pribadi dikurangi PTKP
h. untuk pembukuan dikurangi kompensasi kerugian
i. Penghasilan Kena Pajak
j. PPh terutang
k. PPh Kurang/ lebih bayar
l. Kredit Pajak:
– PPh yang dipotong atau dipungut pihak ketiga:
1. PPh pasal 21 (untuk pengurang SPT PPh orang pribadi)
2. PPh pasal 22 (Badan/OP)
3. PPh pasal 23 (Badan/OP)
4. PPh pasal 24 (Badan/OP yang memiliki penghasilan dari LN)
– PPh yang dibayarkan sendiri:
1. PPh pasal 25 (angsuran bulanan)
2. STP (Surat Tagihan Pajak) PPh pasal 25 yang pokoknya saja
3. Fiskal Luar Negeri
4. PPHTB (Pajak Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan) untuk WP Badan uang usaha pokoknya tidak menjual tanah dan bangunan

3. Bandingkan dengan peredaran usaha, harga pokok, biaya, PPh dan kredit pajak yang disajikan dalam laporan laba rugi atau neraca
4. Pastikan untuk laporan laba rugi telah dilakukan koreksi fiskal oleh WP
5. Hitung kembali penghitungan meneurut pemerikasa dari data SPT WP, beserta tarif PPh yang benar.
6. Untuk PPh yang dibayar, pastikan jumlah kredit pajak telah disajikan dalam neraca sisi aktiva dan PPh Badan/ PPh OP yang menggunakan pembukuan, PPh terutang akhir tahun telah disajikan dalam neraca sisi pasiva
7. Lakukan konfirmasi atas pembayaran PPh pasal 25,STP Pokok Pasal 25 dll, yang telah dibayarkan oleh WP

Prosedur Pemeriksaan thd Pajak Karyawan (PPh21)

Tujuan Pemeriksaan: Untuk memastikan bhw seluruh biaya karyawan yang dibebankan dalam laporan laba rugi dan merupakan objek PPh 21 telah dilakukan pemotongan dan perhitungan secara benar dalam SPT 1721

Langkah-langkah dalam Prosedur Pemeriksaan thd Pajak Karyawan:
1. Pelajari pengisian SPT PPh21 telah diisi dengan lengkap dan berkas induknya lengkap.
2. Hitung kembali perhitungan menurut SPT/ WP perihal:
a.  Penghasilan Bruto;
b.  PPh terutang;
c.  PPh yang telah disetor;
d.  PPh kurang atau lebih bayar;
3. Dapatkan daftar bukti potong dan rekapitulasi kembali dengan perincian sebagai berikut:
a.  Nomor Bukti Potong
b.  Nama, alamat, penerima penghasilan
c.  Jumlah Penghasilan Bruto
d.  Cek Tarif PPh, sesuai atau tidak
e.  Tanggal pemotongan
4. Lakukan ekualisasi dengan laporan L/R,dalam biaya gaji dan biaya lainnya terkait dengan  penghasilan karyawan, apakah telah dilakukan dalam penghitungan pemotongan PPh pasal 21.
a.  Gaji
b.  Tunjangan Pajak
c.  Imbalan lainnya
d.  Uang lembur atau uang makan serta uang transport
e.  Premi asuransi jaminan pelayanan kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian
f.  Natura yang diberikan oleh pemberi kerja yang penghasilannya dikenakan PPh bersifat final, atau bukan subjek pajak  atau menggunakan norma perhitungan yang bersifat final.
5.  Lakukan penghitungan PPh21 atas pegawai tetap yang perlu disetahunkan atau tidak diakhir tahun.

Dasar Hukum Pemeriksaan:
1. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 82/PMK.03/2011 TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 199/PMK.03/2007
TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN PAJAK
link: http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&page=show&id=14688

2. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR : PER – 04/PJ/2012 TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN METODE DAN TEKNIK PEMERIKSAAN UNTUK MENGUJI KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN
link: http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&hlm=9&page=show&id=14947

3. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR PER – 9/PJ/2010 TENTANG STANDAR PEMERIKSAAN
UNTUK MENGUJI KEPATUHAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN
link: http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&page=show&id=14163

4. UU KUP ps 29
Pasal 29 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 29
(1) Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

(2) Untuk keperluan pemeriksaan, petugas pemeriksa harus memiliki tanda pengenal pemeriksa dan dilengkapi dengan Surat Perintah Pemeriksaan serta memperlihatkannya kepada Wajib Pajak yang diperiksa.
(3) Wajib Pajak yang diperiksa wajib:

memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasarnya, dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas Wajib Pajak, atau objek yang terutang pajak;
memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruang yang dipandang perlu dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan; dan/atau
memberikan keterangan lain yang diperlukan.

(3a) Buku, catatan, dan dokumen, serta data, informasi, dan keterangan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3) wajib dipenuhi oleh Wajib Pajak paling lama 1 (satu) bulan sejak permintaan disampaikan.

(3b) Dalam hal Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sehingga tidak dapat dihitung besarnya penghasilan kena pajak, penghasilan kena pajak tersebut dapat dihitung secara jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

(4) Apabila dalam mengungkapkan pembukuan, pencatatan, atau dokumen serta keterangan yang diminta, Wajib Pajak terikat oleh suatu kewajiban untuk merahasiakannya, maka kewajiban untuk merahasiakan itu ditiadakan oleh permintaan untuk keperluan pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

5. Artikel dari web DJP: http://www.pajak.go.id/content/pemeriksaan-pajak

 

posted by: Admin @tanyaPAJAK

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s