SE-06/PJ.52/2000 tentang PPN atas Penggantian Obat di Rumah Sakit

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan perihal pengenaan PPN atas penyerahan obat pada unit
instalasi farmasi/apotik di rumah sakit, dengan ini disampaikan penegasan kembali sebagai berikut :

1. Dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE-21/PJ.52/1998 tanggal
8 September 1998 telah ditegaskan bahwa instalasi farmasi (kamar obat) merupakan suatu
tempat untuk mengadakan dan menyimpan obat-obatan, gas medik alat-alat kesehatan serta
bahan kimia yang bukan berdiri sendiri tetapi merupakan satuan organik yang tidak terpisahkan
dari keseluruhan organisasi Rumah Sakit.

Selanjutnya ditegaskan bahwa penyerahan obat-obatan yang dilakukan oleh instalasi farmasi
(kamar obat) tidak terutang PPN.

2. Dalam kenyataannya instalasi farmasi melayani Rumah Sakit yang terdiri dari pasien rawat inap,
pasien rawat jalan, dan pasien gawat darurat.

Mengingat instalasi farmasi melakukan pelayanan kepada pasien rawat jalan sebagaimana
lazimnya sebuah apotik, maka atas penyerahan obat-obatan oleh instalasi farmasi kepada pasien
rawat jalan tetap terutang PPN.

3. Selanjutnya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 1 huruf e Peraturan Pemerintah
Nomor 50 Tahun 1994, pedagang eceran adalah pengusaha yang dalam lingkungan perusahaan
atau pekerjaannya melakukan usaha perdagangan dengan cara :

a. tidak bertindak sebagai penyalur kepada pedagang lainnya;

b. menyerahkan Barang Kena Pajak melalui suatu tempat penjualan eceran seperti toko,
kios atau dengan cara penjualan langsung kepada konsumen akhir atau dari rumah ke
rumah;

c. menyediakan Barang Kena Pajak yang diserahkan di tempat penjualan secara eceran
tersebut;

d. melakukan transaksi jual beli secara spontan tanpa didahului dengan penawaran tertulis,
penawaran, kontrak atau lelang dan pada umumnya bersifat tunai, dan pembeli pada
umumnya datang ke tempat penjualan tersebut langsung membawa sendiri Barang Kena
Pajak yang dibelinya.

4. Dengan demikian apabila apotik atau instalasi farmasi di rumah sakit yang bertindak sebagaimana
lazimnya apotik melakukan penyerahan obat-obatan kepada pasien rawat jalan dengan cara
sebagaimana dimaksud dalam butir 3, maka Rumah Sakit yang mempunyai instalasi
farmasi/apotik tersebut adalah merupakan Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran. Selanjutnya
Pajak Pertambahan Nilai harus dibayar atas penyerahan obat-obatan kepada pasien rawat jalan
oleh instalasi farmasi/apotik adalah sebesar 2% dari jumlah seluruh penyerahan barang dagangan.

5. Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal 1 April 2000.

Dengan berlakunya Surat Edaran ini maka Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor :
SE-21/PJ.52/1998 tanggal 8 September 1998 dinyatakan tidak berlaku lagi.

6. Untuk memudahkan penggunaan Surat Edaran ini, dianjurkan agar pengarsipannya disatukan
dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE-11/PJ.52/1998 tanggal 27 Mei 1998
dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE-17/PJ.52/1998 tanggal 28 Juli 1998.

Demikian untuk mendapat perhatian Saudara guna disebarluaskan pada wilayah kerja Saudara
masing-masing.

DIREKTUR JENDERAL PAJAK
ttd
MACHFUD SIDIK

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s